Gubernur Diminta Segera Evaluasi BLU TransJakarta

DomaiNesia

GENTANASIONAL.COM, JAKARTA | Terkait kasus kecelakaan yang melibatkan armada busway di Jakarta dan menewaskan sedikitnya tiga orang, selain operator perlu segera dilakukan evaluasi terhadap BLU TransJakarta, demikian disampaikan pemerhati transportasi jalan raya Noak Banjarnahor di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Selama ini BLU TransJakarta kurang perhatian terhadap pramudi busway, baik tentang masa kontrak kerja, maupun kesehatan mereka.

“Para pramudi TransJakarta selama ini banyak mengeluh terkait status masa kontrak kerja yang tidak transparan, maupun ketiadaan dukungan kesehatan mereka. Terkadang juga jam kerja mereka dihabiskan berlama-lama hanya antri pengisian bahan bakar mobil tanpa dibayar jam kerjanya” kata Noak.

Noak Banjarnahor yang juga Ketua Umum Serikat Pekerja Transportasi Jalan Raya (SPTJR) itu menambahkan, pengawasan di jalan yang dilakukan oleh pengawas Trans Jakarta bukan lagi menitikberatkan pelayanan, tetapi mengutamakan penerapan sanksi, baik sanski stop operasional maupun sanksi denda. Banyak keluhan dari pramudi kalau penerapan sanksi ini disalahgunakan oknum pengawas. Bahkan uang yang selama ini dipungut atas nama sanksi di Trans Jakarta perlu dipertanyakan kemana penggunaannya.

Standar pengawasan kecepatan kendaraan tidak konsisten diterapkan ke setiap operator.

“Standar kecepatan kendaraan antara satu operator dengan operator lain tidak sama, itu dekeluhkan oleh pramudi busway. Contohnya operator perusahaan PPD dengan ketat diawasi batas kecepatan maksimum adalah 50 km/jam, namun operator lain bisa melebihi kecepatan itu tetapi tidak ada tindakan apa-apa” jelas Noak.

Atas dasar kondisi lapangan tersebut sudah saatnya Gubernur DKI Jakarta mengevaluasi secara menyeluruh BLU TransJakarta, tegas Noak.

(GN/Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *