GENTANASIONAL.COM, NAGEKEO | Aksi kekerasan sekelompok pemuda di kota Kupang yang menyerang Ketua Perhimpunan Mahasiswa Asal Nagekeo (Permasna) Kupang, Mira Mbupu dan mahasiswa Nagekeo merupakan suatu kasus premanisme secara brutal tanpa terhadap kaum perempuan.
Menyikapi aksi kekerasan yang terjadi di jalan Damai Liliba pada Sabtu (30/10/2021), Yohana Fransiska Medho mantan Ketua Permasna Kupang periode 2016/2017 buka suara.
“Kasus kekerasan yang terjadi pada Ketua Permasna Kupang dan teman-temannya merupakan suatu kasus premanisme secara brutal dan tidak manusiawi. Tanpa ada sebab atau alasan yang jelas Ketua Permasna Kupang dan kawan-kawannya diserang dan dipukuli oleh sekelompok pemuda yg tidak bertanggungjawab” ungkap Yolan.
Ia berharap agar kasus ini ditangani secara serius dan sampai tuntas oleh aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Resort Kupang Kota, sehingga ada efek jera setimpal dengan perbuatannya.
“Saya sebagai mantan Ketua Permasna perempuan pertama mengecam kejadian ini dan berharap agar polisi segera menanganinya dengan cepat dan tepat, karena hal ini adalah termasuk dalam kekerasan terhadap prempuan. Dampak dari kejadian ini dapat menimbulkan luka baik secara fisik maupun secara psikologi terhadap seorang perempuan. Kejadian ini juga telah mencoreng dan menodai marwah dari organisasi itu sendri” tegas Yolan.
Lebih dari itu, Yolan berharap kelompok pemuda tersebut perlu diberikan hukuman sehingga ada efek jera dan tidak menimbulkan keresahan bagi ketenangan warga di sekitar maupun perhimpunan mahasiswa Nagekeo di Kupang, karena kejadian ini juga dapat menimbulkan gangguan terhadap berjalannya roda organisasi mahasiswa Nagekeo di kota kupang. (Ral)













