GENTASIONAL.COM, JAKARTA | Pasca penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPP ORARI Pimpinan Donny Imam Priambodo dengan DPP Perhimpunan Penasehat Hukum Indonesia (Peradi Pergerakan) pimpinan Sugeng Teguh Santoso, tanggal 7 Januari lalu di Jakarta, banyak respon yang diterima dari publik yang kebanyakan adalah simpatisan dan anggota Orari.
Mayoritas tanggapan tersebut menaruh harapan besar agar kepemimpinan Imam Priambodo membawa angin segar keterbukaan dan menerapkan managemen modern yang transparan khususnya di bidang keuangan. Namun ada pula yang mengirim data arus keluar masuk dana atas rekening bank Orari yang dibuka di kawasan kota Jakarta di salah satu bank pemerintah. Pengirim data tersebut berharap agar ada audit investigasi atas rekening tersebut, karena menurutnya ada sejumlah transaksi yang sangat mencurigakan dan patut diinvestigasi lebih lanjut demi nama besar dan kehormatan Orari.
Dimintai keterangan di Jakarta (23/01/2022) Sekjend DPP Peradi Pergerakan M. Syafei menjelaskan timnya tengah mendalami dokumen perbankan Orarai. “Atas dasar itu kami memang tengah mendalami dokumen perbankan tersebut, ada sejumlah transaksi mencurigakan dalam jumlah besar, ada miliaran rupiah dan banyak dalam jumlah ratusan juta rupiah” kata Syafei. Aneh lanjut pengacara senior asal Yogya itu transaksi besar itu hanya berputar-putar diantara beberapa nama, baik perorangan maupun badan hukum. Orari ini kan organisasi yang berwatak sosial, kok tampilan rekeningnya kayak rekening perseroan ujar Syafei setengah keheranan.
“Tim kami emang belum menyimpulkan karena saat ini kami sedang berkonsultasi dengan pakar perbankan dan beberapa tokoh senior Orari yang dalam pandangan kami relatif independen dan sungguh-sungguh mencintai Orari. Nanti setelah kami mempunyai kesimpulan maka kami akan melangkah untuk mengundang para mantan pimpinan pusat Orari, untuk meminta penjelasan” tambah Syafei.
“Semua langkah ini kami lakukan sebagai bagian dari sikap respek kami kepada Orari sebagai organisasi sosial yang telah banyak berperan dalam pembangunan bangsa dan negara. Seperti yang telah dijanjikan oleh ketua umum kami Mas Sugeng saat penanda tanganan MoU, bahwa kami memiliki tanggung jawab moral untuk melihat Orari tetap eksis dan terpandang di masyarakat” ujar M. Syafei.
(GN/Red)













