Demo 25 Agustus Memanas: Ojol, Mahasiswa, dan Warga Kepung DPR, Protes Gaji Rp3 Juta Per Hari Plus Uang Kos Rp50 Juta!

DomaiNesia

Jakarta, Genta Nasional – Suasana di depan Gedung DPR-RI pada Senin (25/8) pagi mendadak memanas. Sejumlah pengemudi ojek online (ojol), mahasiswa, dan masyarakat umum menggelar aksi demonstrasi besar-besaran sejak pukul 09.30 WIB.

Aksi ini dipicu oleh kabar kebijakan kenaikan gaji anggota DPR-RI hingga Rp3 juta per hari, ditambah sederet tunjangan fantastis, seperti uang kos Rp50 juta per bulan dan uang beras Rp12 juta per bulan.

Bagi massa aksi, keputusan ini tidak masuk akal di tengah kondisi rakyat kecil yang masih banyak hidup sengsara.

“Rakyat susah cari makan, harga beras mahal, tapi DPR malah dikasih uang kos puluhan juta. Mereka tinggal di rumah mewah, masih dikasih fasilitas segunung. Ini jelas menghina rakyat!” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Massa aksi membentangkan spanduk bernada protes, menyalakan toa, hingga menggelar teatrikal yang menggambarkan jurang kesenjangan antara kehidupan rakyat kecil dengan kehidupan mewah para wakil rakyat.

Mahasiswa yang ikut turun ke jalan menilai kebijakan ini mencederai rasa keadilan sosial. Mereka mendesak DPR untuk segera membatalkan kebijakan kenaikan gaji dan tunjangan berlebihan, serta lebih fokus memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan Gedung DPR-RI sambil meneriakkan yel-yel “Tolak Gaji 3 Juta Per Hari!”.

(Mar).

Penulis: Martogi SitumorangEditor: Sutra Budi Hasudungan

Respon (1)

  1. Demo ini di lakukan agar anggaran Buat DPR di efisienkan dan tidak ada dana pensiun kalau bukan anggota DPR.
    Pak Prabowo apakah punya nyali utk menghapus Dana pensiun DPR yg sudah habis masa tugasnya ???
    Pangkkat jenderal ,,,harusnya bisa,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *