Jakarta, Genta Nasional – Sekitar 74 elemen buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja/buruh bersama puluhan mahasiswa dari beberapa BEM turun ke Gedung DPR-RI, Kamis (28/08). Para orator aksi menegaskan bahwa perjuangan buruh kali ini akan terus berlanjut sampai aspirasi benar-benar didengar.
Buruh, massa mahasiswa mulai bergabung sekitar pukul 10.00–11.00 WIB, menambah semangat solidaritas antara pekerja dan mahasiswa.
“Aksi ini berlangsung damai dan kondusif. Kita hanya ingin menyampaikan aspirasi, jadi tidak boleh ada kekerasan. Buruh dan mahasiswa turun ke jalan bukan tanpa alasan, karena keputusan MK telah dimenangkan buruh. Maka jangan salahkan kami jika terus menyuarakan keadilan,” ujar pimpinan aksi di mobil komando.
Tuntutan Buruh & Mahasiswa
Dalam aksi hari ini, para buruh menyoroti ketidakadilan yang mereka alami, terutama terkait upah, outsourching, hingga maraknya PHK. Mereka juga menyinggung kenaikan gaji anggota DPR yang dianggap dilakukan semena-mena.
Adapun enam tuntutan utama yang dibawa massa aksi:
- Hapus outsourcing & tolak upah murah
- Stop PHK sepihak; bentuk Satgas PHK
- Reformasi pajak perburuhan : PTKP dinaikkan jadi Rp 7,5 juta/bulan; Hapus pajak pesangon, THR, JHT; mHapus diskriminasi pajak terhadap perempuan menikah.
- Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa omnibus law
- Sahkan RUU Perampasan Aset untuk percepatan pemberantasan korupsi
- Revisi RUU Pemilu; redesain sistem Pemilu 2029
Selain itu, buruh juga menuntut kenaikan upah minimum sebesar 8,5%, sebagai bentuk keadilan di tengah situasi ekonomi yang kian sulit.
Aksi Berlangsung Damai
Hingga siang hari, situasi aksi di DPR-RI terpantau kondusif. Ribuan buruh dan mahasiswa tetap menjaga kedamaian dalam menyampaikan aspirasi. Mereka menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari perjuangan demokrasi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat pekerja.
Dengan narasi ini, aksi buruh dan mahasiswa pada 28 Agustus 2025 di DPR-RI bukan sekadar unjuk rasa, melainkan seruan moral agar pemerintah dan DPR benar-benar mendengar suara rakyat pekerja.
(Mar).













