15 Mei 2026, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Universitas Bung Karno Jakarta Pusat (GMNI UBK) menggelar Aksi Pra-Kondisi menyambut Hari Reformasi 21 mei sebagai momentum merefleksikan Cita-cita dan Amanat Reformasi yang masi jauh dari implementasinya. Cita-cita reformasi 1998 agar Indonesia menjadi negara yang demokratis, terbebas dari masalah korupsi, kolusi dan nepotisme, masih belum sepenuhnya tercapai. Selama 28 tahun telah berlalu, sejak gerakan reformasi yang digaungkan masyarakat sipil dan mahasiswa mampu menumbangkan rezim otoriter Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto. Namun, sampai hari ini cita-cita gerakan reformasi belum tercapai.
Ketua Komisariat Trisila GMNI UBK, Bung Cristo Inuhan dalam orasinya menyatakan bahwa “Tuntutan-Tuntutan fundamental Reformasi 1998, yang diperjuangkan Mahasiswa serta Masyarakat pada saat itu seakan lenyap ditelan bergantinya tahun dan mati dengan aktivis yang ditembak oleh aparat, sehingga hal yang seharusnya diwujudkan setelah lengsernya Soeharto tidak diejawantahkan atau tidak dijalankan dengan benar sampai dengan hari ini”. Ia menilai bahwa negara belum mampu menjalankan Amanat yang dilempar dalam tuntutan-tuntutan Reformasi sesuai dengan kehendak rakyat disaat KKN, Pelanggaran HAM, militerisme masih terjadi. Hal Ini diperparah dengan semakin maraknya kekerasan yang di lakukan oleh TNI-POLRI kepada Masyarakat terkhususnya pada pejuang demokrasi, dan masuknya TNI-POLRI ke jabatan Sipil.
Tidak hanya itu Ketua Komisariat Panca Azimat GMNI UBK Sarinah Diva juga menegaskan akan Jejak TNI-POLRI di ranah sipil di masa pemerintahan Prabowo mulai dirasakan langsung oleh masyarakat ketika pemerintah memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelibatan militer di ranah sipil ini menurut Sarinah Diva dalam Orasinya sebagai gejala Prabowo membawa kembali Indonesia ke masa lalu. Karena selama masa Orde Baru, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) memegang dua fungsi, yaitu untuk menjaga keamanan sekaligus memegang kekuasaan dan mengatur negara, dan memungkinkan ABRI terlibat dalam pemerintahan, birokrasi, dan berbagai aspek kehidupan sipil, yang kemudian hari ini persis di lakukan oleh TNI-POLRI di masa Pemerintahan Prabowo ungkap Sarinah Diva dalam Orasinya.
Aksi Unjuk Rasa ini berjalan Kondusif dengan penyampaian Orasi serta Puisi sampai jam 19.00 WIB dan ditutup dengan nyanyian-nyanyian Perjuangan. Masa aksi pun membubarkan diri dengan kondusif dan berjanji akan kembali melakulan Aksi Unjuk Rasa di hari berikutnya.













