Jakarta, gentanasional.com – Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) selaku penerima kuasa dari Muimah, istri (alm) Dul Kosim, menyatakan tetap siap dan berkomitmen mendampingi keluarga korban dalam memberikan keterangan guna mengungkap tewasnya Dul Kosim.
Untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Muimah dan keluarga dengan Timsus LAI dan Ketua Umum LAI di Rumah Rakyat LAI, Jl. Pintu II TMII, 9-10 Agustus kemarin. Tim Khusus LAI siap mendampingi Muimah untuk memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Selasa tanggal 15 Agustus 2023 besok,” ujar anggota Tim Khusus LAI, Asep Rohendi, Jumat (11/8).
Disinggung tentang adanya penandatanganan berkas yang di lakukan oleh Isti dan kakak korban dan adanya penerima kuasa ganda, Tim Khusus LAI masih berstatus penerima kuasa dari Muimah yang belum pernah dicabut hingga saat ini. Pihak LAI menyatakan dengan sukarela akan berjuang dalam menangani kasus ini.
“Surat Kuasa kami sudah kami tunjukkan dan disalin penyidik Polda Metro saat kami datang tanggal 1 Agustus lalu, bahkan Ketua Tim kami juga sudah memberikan informasi hasil visum dan autopsi kepada penyidik PMJ yang menangani kasus ini,” tegas Asep.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media gentanasional.com, istri korban dan keluarganya mendatangi pihak LAI, dalam rangka menyampaikan keterangan tambahan dan menyerahkan surat panggilan dari Subdit Ranmor Direskrimum Polda Metro Jaya selaku Penyidik, guna dan untuk di mintai keterangannya dalam bentuk BAP, sebagai saksi dalam perkara tindak pidana dalam perencanaan penganiayaan berat yang mengakibatkan tewasnya Dul Kosim.
Muimah dan keluarga, meminta pihak PMJ agar nama baik almarhum (Dul Kosim) dipulihkan terkait stigma yang sudah telanjur melekat sebagai bandar narkoba. “Disiksa, dibunuh dan jasadnya dibuang ke dasar jurang di wilayah Cimahi, Bandung oleh 7 oknum Polisi PMJ, menurut kami itu merupakan perbuatan keji” sambung Asep.
Ketika di mintai keterangan oleh awak media gentanasional.com, Muimah menjelaskan, anak-anaknya sekarang menanggung beban psikis akibat stigma terhadap ayahnya yang di kabarkan beberapa media online, bahwa ayahnya sebagai pengguna dan bandar narkoba yang tewas dianiaya oleh oknum Polisi.
“Anak saya yang paling besar saat ini duduk di kelas VII, setelah kematian ayahnya, saya antar jemput sendiri anak saya ketika berangkat dan pulang dari sekolah, karena sering mendapatkan bully dari teman-temannya,” kata Muimah di ruang Humas LAI.
Terpisah, Ketua Tim Khusus LAI memberi penegasan bahwa, sejak ditangkapnya Dul Kosim hingga saat ini, motif kematiam Dul Kosim belum diungkap secara transparan, oleh sebab itu LAI akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas ” jarnya.
(gn/red).













