GENTANASIONAL.COM, JAKARTA | Puluhan orang Pramudi Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) yang tergabung dalam Serikat Buruh Perum PPD berkumpul menyampaikan protes di depan Kantor Pusat Cawang Jakarta Timur, Senin (4/7/2022).
Ketua SB Perum PPD Rianto menyampaikan berbagai keluhan atas tindakan managemen Perum PPD belakangan ini yang membuat karyawan resah.
Rianto menjelaskan, sedianya rapat anggota akan dilaksanakan didalam perusahaan karena beberapa hari sebelumnya sudah mencoba mengajukan ijin tempat kepada management untuk melaksanakan rapat anggota di dalam perusahaan , namun sampai hari pelaksanaan Pihak management tidak memberikan jawaban, yang artinya permintaan Serikat untuk rapat didalam perusahaan ditolak. Sebab itu pada akhirnya Pengurus menetapkan untuk melakukan rapat anggota di luar atau di depan pagar kantor Pusat PPD.
Beberapa hal yang dibahas dalam rapat yaitu terkait adanya PHK sepihak kepada beberapa karyawan PPD dengan alasan habis Kontrak, Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang sudah hampir satu tahun enam bulan tidak disetorkan oleh management kepada pihak BPJS, sementara iuran dari pekerja selalu dipotong setiap bulannya dan juga rapat anggota kali ini membahas issue Merger antara PPD dengan BUMN lainnya yaitu DAMRI. Rencana merger sendiri tidak ada transparansi dari pihak management kepada karyawan terutama Pengurus Serikat Pekerja Perum PPD, tegas Rianto.
Terlihat di lapangan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Transoprtasi Jalan Raya (SPTJR) sebagai organisasi afiliasi SB Perum PPD dan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Gemuruh NasDem DKI Jakarta Alson Naibaho ikut memberikan dukungan kepada buruh yang sedang berjuang.
“Kami berharap ada penyelesaian terkait persoalan persoalan yang terjadi saat ini di PPD dan transparansi serta keterlibatan karyawan terutama Serikat Pekerja terkait proses merger yang saat ini santer kita dengar” ucap Alson Naibaho.
Kita putuskan dalam rapat ini bila perundingan-perundingan yang sedang kita upayakan tidak menemukan titik temu, maka dalam waktu dekat kita akan melakukan Aksi Mogok Kerja dan Unjuk rasa di depan kantor pusat Perum PPD dan juga Kantor Kementrian BUMN.
(GN/Red.)













