Supir Truk Container Tanjung Priok Tolak Kenaikan Harga BBM

Foto : Gugun Fauzi, Pengemudi Truk Container Tanjung Priok
DomaiNesia

Jakarta – Kenaikan harga BBM menuai pro kontra di tengah masyarakat. Termasuk di Pelabuhan Tanjung Priok. Para sopir truk container di Tanjung Priok megungkapkan keresahannya terkait kenaikan BBM tersebut.

Pengemudi Truk Container, Gugun Fauzi menyebut, jika dia tidak setuju kenaikan BBM khusunya solar.

Dia juga mengaku sudah sejak lama penghasilan pengemudi truk container kecil, terlebih karena terdampak pandemic Covid – 19.

“Ya kita sangat menolak kenaikan harga BBM ini, karena tahu sendirilah, bagaimana keadaannya. Arus ekspor impor saja sepi ditambah lagi dengan adanya kenaikan harga BBM,” paparnya.

Ia mengatakan para pengemudi truk merupakan buruh yang akan terbebani langsung dengan kenaikan harga BBM.

Tanpa kenaikan harga BBM kata dia, para supir sudah mengeluh dengan kecilnya pendapatan. “Apalagi setelah BBM naik, kami semakin terjepit, tentu harga-harga kebutuhan hidup juga akan meningkat,” katanya.

Ia berharap pemerintah memperhatikan nasib para pengemudi truk yang upahnya rendah, bahkan mayoritas dibawah UMP. Bantuan sosial dari pemerintahpun tidak pernah dirasakan oleh para supir truk.

“Kami ini ujung tombak roda penggerak ekspor impor dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok, tapi dari dulu tidak pernah mendapatkan perhatian pemerintah” kata Gugun.

(GN/Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *