GENTANASIONAL.COM, JAKARTA | Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Direktur Utama MIND-ID diwarnai kemarahan besar Adian Napitupulu kepada Direktur Utama PT Antam Tbk, Senin (27/09/2021).
Mengawali kemarahannya, Adian mengatakan “saya tahu betul tentang Pongkor, pak Dirut. Tidak ada perusahaan lokal lahir sejak tahun 70-an sampai hari ini. Kalian tidak mengembangkan siapa-siapa disana, yang kalian kembangkan perut kalian sendiri, rumah kalian tambah besar tapi rakyat di sana tidak ada penguasa lokal yang sekarang berasal dari pongkor yang kemudian masuk dalam pertarungan perebutan proyek-proyek nasional, ga ada, tegas Adian.
Sementara berapa banyak Antam tidak bayar hutang ke sekian banyak kontraktor dan sub-sub kontraktor yang dipekerjakan? Ratusan miliar pimpinan. Dia bunuh pengusaha pengusaha kecil itu kalau mereka tidak mampu, sementara pengusaha kontraktor dan sub sub kontraktor bertebaran mati dengan alasan pandemi. BUMN ini seharusnya membantu negara dan membantu rakyat itulah dalam kepala saya tentang BUMN khususnya tambang. Nah dalam prakteknya rakyat mana yang terbantu? ada enggak datanya itu selama sekian puluh tahun mulai dari tahun 70-an Antam di pongkor ini sudah buat apa untuk rakyat Pongkor? Atau cuma membagikan sesuatu ketika ada bencana alam, tapi nggak ada tuh kita mendengar laporan keberhasilan mereka membangun pengusaha lokal, tambah Adian.
Kontraktor yang dipakai kontraktor Jakarta semua selama puluhan tahun dari situ ke situ, dari situ ke situ dari situ ke situ selama puluhan tahun, manfaat mereka apa, buat alam yang terkorbankan dan rakyat yang terpinggirkan karena dibangunnya tambang di sana?. Kan sekarang kalau kita pakai contoh pongkor misalnya rakyat sudah tidak bisa bercocok tanam di atas sana, penjagaannya sangat ketat masuk pun tidak bisa. Laporan ini mana? bisa nggak kita dapatkan biar jelas bahwa BUMN tambang ini punya manfaat juga untuk rakyat sekitar. Negara lagi susah, recofusing di mana-mana, anggaran dikurangi, ditekan di mana-mana tapi kita tidak mampu meningkatkan jumlah produksi seolah-olah BUMN dan problem negara ini terpisah, lanjut Adian.
Saya nanya sama temen teman di Komisi VII di sini, ada yang tahu jumlah IUP berapa banyak yang diberikan ANTAM, Timah, PTBA, luasnya berapa, yang punya kandungan potensial berapa, yang sudah diproduksi berapa, yang belum diproduksi berapa, kenapa tidak diproduksi? Kita nggak tahu itu, tanya Adian.
Saat Dirut PT Antam menjawab, “Kami tidak bisa menjawab sekarang karena datanya nggak kita siapkan”, Dirut nggak punya ingatan, sergah Adian.
(GN/Red.)













