BBM NAIK, DOLAR NAIK, RAKYAT MENJERIT, SAATNYA REFORMASI JILID II ???

Oplus_131072
DomaiNesia

12 Juni 2026, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jakarta Pusat menggelar Aksi Jilid II menyambut kenaikan Harga BBM dan Semakin melemahnya Rupiah akibat kenaikan Dolar. Dengan mengusung tema “Rakyat Menjerit, Saatnya Reformasi Jilid II???” mengingat Cita-cita reformasi 1998 agar Indonesia menjadi negara yang demokratis, terbebas dari masalah korupsi, kolusi dan nepotisme, masih belum sepenuhnya tercapai dengan semakin diperparah situasi perekonomian rakyat hari ini beranjak dari kebijakan-kebijakan populis pemerintah hari ini. Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM kembali menjadi perhatian publik. Sebagai salah satu sumber energi utama masyarakat, BBM tidak hanya berpengaruh terhadap biaya transportasi, tetapi juga berkaitan dengan biaya produksi dan daya beli masyarakat.
Krens Betekeneng, Ketua GMNI Jakarta Pusat menegaskan bahwa Negara harus bertanggungjawab terhadap situasi nasional hari ini karena pemerintah terlalu lambat dalam menyiapkan stimulus struktural. Apalagi langkah pemerintah dengan menaikan harga BBM itu diambil di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tertekan hebat, ditambah rupiah yang terus melemah. Sehingga GMNI Jakarta Pusat menuntut pemerintah agar tidak mudah menyerahkan harga energi pada mekanisme pasar bebas, dan menuntut jaring pengaman sosial yang lebih konkret agar rakyat kecil tidak terus menjadi penanggung beban terakhir.
Tidak hanya itu, Program Populis lainnya pun di sorot dalam aksi kali ini, GMNI Jakarta Pusat juga menyoroti Program MBG, KDMP, dan beberapa program lainnya yang hari ini menjadi lahan Korupsi.
Krens Betekeneng menegaskan bahwa Kritik utama terhadap situasi nasional hari ini berpusat pada krisis pelemahan nilai tukar rupiah, meroketnya harga kebutuhan pokok, serta serangkaian kebijakan pemerintah yang dinilai ugal-ugalan dan pemborosan APBN, serta UU TNI dan UU POLRI yang menuai kritiksn publik hari ini.

Aksi Unjuk Rasa ini berjalan lancar dengan penyampaian Orasi sampai jam 21.30 WIB dan ditutup dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Masa aksi pun membubarkan diri dengan kondusif dan berjanji akan kembali melakulan Aksi Unjuk Rasa di hari berikutnya.

Penulis: GMNI UBKEditor: Martogi Situmorang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *