Gentanasional.com, Dolok Sanggul | Keluarga Besar Perantau Parsingguran II dan Masyarakat Parsingguran II menyelenggarakan Temu Kangen di Panatapan Agrowisata Silemeleme, Minggu (29/06/25). Acara itu dihadiri oleh utusan perantau dari berbagai daerah di Indonesia dengan para tokoh Masyarakat, Kepala Desa, para perangkat desa, LPM, BPD.
Ditengah-tengah acara berlangsung datang Ketua DPRD Humbang Hasundutan Parulian Simamora dan tiga orang anggota dewan lainnya yakni Marsono Simamora, Normauli Simarmata dan Maurip Hasiholan Lumban Gaol. Saat menyampaikan sambutannya Ketua DPRD berkomitmen penuh mendukung masyarakat yang berjuang mendapatkan hak penuh atas tanah warisan dari leluhurnya di Parsingguran II.
Pada akhir acara disepakati komitmen perjuangan bersama dengan mendeklarasikan “Dekrarasi Silemeleme”. Deklarasi yang dibacakan oleh Wakil ketua Umum Kesatupadu Noak Banjarnahor tersebut selengkapnya adalah sebagai berikut:
DEKLARASI SILEMELEME:
TEKAD MENJADI TUAN DI TANAH SENDIRI
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, hari ini, di puncak Silemeleme yang menjadi saksi sejarah, kami, para perantau dan seluruh masyarakat Parsingguran II, menyatukan jiwa dan raga dalam satu ikatan janji yang sakral. Kita berkumpul bukan sekadar melepas rindu, tetapi untuk menyalakan kembali api perjuangan di atas tanah yang telah kita rawat, kita hidupi, dan kita warisi selama 12 generasi.
Selama puluhan tahun, hak kita sebagai pewaris sah Bonapasogit telah direnggut. Kita diberi hak untuk mengusahai, namun kita dilarang untuk MENJADI TUAN DI TANAH SENDIRI. Belenggu penunjukan kawasan hutan di atas tanah adat kita adalah rantai yang harus kita putuskan bersama!
Maka, pada hari yang bersejarah ini, dengan suara bulat dan tekad yang tak tergoyahkan, kami berikrar:
- KAMI BERJANJI, akan berjuang dengan segenap daya, iman, dan harapan demi satu tujuan mulia yang tidak bisa ditawar: MENJADI TUAN SEUTUHNYA DI TANAH SENDIRI. Kedaulatan ini hanya dapat terwujud melalui penerbitan SERTIFIKAT HAK MILIK (SHM) TANPA SYARAT atas nama masyarakat Parsingguran II.
- KAMI MENOLAK DENGAN TEGAS, setiap solusi setengah hati, setiap pemberian bersyarat, dan setiap program yang hanya menjadikan kami penggarap, bukan pemilik. Kami tidak akan pernah menukar warisan 12 generasi dengan status yang menjadikan kami tamu di rumah kami sendiri!
- KAMI MENUNTUT, kepada Negara untuk segera mengembalikan kehormatan dan hak kami dengan membatalkan penunjukan sebagai kawasan hutan atas seluruh tanah leluhur kami, dan mengembalikannya seratus persen ke pangkuan masyarakat untuk kami kelola demi kesejahteraan generasi kini dan mendatang. Api perjuangan yang hari ini kita nyalakan bersama di Silemeleme tidak akan pernah padam. Ia akan menjadi obor yang membakar setiap keraguan. Mulai detik ini, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Kesatupadu, dan seluruh lapisan masyarakat berdiri dalam SATU BARISAN, SATU SUARA, DAN SATU KOMANDO. Biarkan semua tahu, bahwa dari puncak Silemeleme, sebuah kekuatan besar yang menuntut hak kedaulatannya telah bangkit.
Kiranya Tuhan memberkati dan merestui perjuangan kita.
PARSINGGURAN II… MARSADA! MARJUANG! MENANG!
(PARSINGGURAN II… BERSATU! BERJUANG! MENANG!)
Silemeleme, 29 Juni 2025
Atas Nama Seluruh Perantau dan Masyarakat Parsingguran II
(gn/red).













