Irma Chaniago Berikan Kuliah Umum di Universitas Fort de Kock Bukit Tinggi

DomaiNesia

Bukittinggi – Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, memberikan komitmen nyata untuk mengatasi tantangan kompetensi tenaga kerja kesehatan (Nakes) Indonesia di pasar global dengan menjanjikan program beasiswa khusus mulai tahun depan. Komitmen ini disampaikan dalam Kuliah Umum bertema ‘Peluang Dan Tantangan Tenaga Kerja Kesehatan Dalam dan Luar Negeri’ yang diselenggarakan di Hall Universitas Fort De Kock (UFD Kock), Bukittinggi, Selasa (11/11).

Acara yang berlangsung antusias selama dua jam pada ini dihadiri oleh 600 an peserta yang mayoritas adalah mahasiswa kesehatan UFD Kock. Kuliah umum dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan UFD Kock, Bapak Zainal, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian legislatif terhadap pengembangan kapasitas Nakes di Sumatera Barat.

Paradoks Surplus dan Tantangan Bahasa

Dalam paparannya, legislator dari Komisi IX yang membidangi Kesehatan, Kependudukan, dan Tenaga Kerja ini, menegaskan bahwa Indonesia sedang berada dalam situasi paradoks ketenagakerjaan. Di satu sisi, negara ini diprediksi akan mengalami surplus perawat yang besar, diperkirakan mencapai 690.000 pada tahun 2025. Namun, di sisi lain, peluang kerja tinggi di negara-negara maju, khususnya Eropa, yang populasinya menua dan sangat membutuhkan perawat lansia sulit dipenuhi oleh Nakes Indonesia.

“Peluang kerja di luar negeri sangat besar, terutama di negara-negara seperti Belanda dan Jerman. Defisit Nakes di sana adalah kesempatan emas bagi kita,” ujar Ibu Irma Chaniago. “Namun, tantangan terbesar dan paling serius yang kita hadapi adalah kemampuan bahasa asing dan kesenjangan sertifikasi internasional. Kita tidak boleh hanya mengirimkan pekerja; kita harus mengirimkan profesional yang berkualitas, terakreditasi, dan terlindungi.”

Beliau menyoroti bahwa tanpa kemampuan bahasa yang memadai, misalnya level N4 untuk Jepang atau kemampuan berbahasa Eropa lainnya. Nakes Indonesia akan terhambat untuk masuk ke pasar kerja yang memberikan gaji dan perlindungan yang optimal.

Beasiswa sebagai Solusi Konkret

Menanggapi tantangan kualifikasi ini, Ibu Irma Chaniago menjanjikan program beasiswa yang akan disalurkan pada tahun mendatang. Program ini secara spesifik bertujuan untuk membantu mahasiswa UFD Kock, dalam membiayai pelatihan bahasa asing dan sertifikasi profesi yang dibutuhkan untuk memenuhi standar internasional.

“Janji beasiswa ini adalah komitmen nyata dari fungsi pengawasan kami di Komisi IX untuk memastikan investasi pada sumber daya manusia. Kami ingin para Nakes muda di Bukittinggi ini memiliki daya saing global tanpa terhalang biaya pelatihan yang mahal,” tegas politisi yang juga mengawasi akuntabilitas lembaga pelaksana perlindungan pekerja migran.

Pengawasan Legislatif terhadap Pelindungan PMI

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung antusias, Ibu Irma Chaniago juga menyinggung peran krusial Komisi IX DPR RI dalam mengawasi pelaksanaan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI). Ia menekankan bahwa Komisi IX saat ini berupaya memastikan kebijakan kesehatan dan ketenagakerjaan bersifat terukur dan pro-pekerja, termasuk memonitor lembaga penempatan agar bekerja secara akuntabel dan transparan.

Kehadiran anggota DPR RI di kampus swasta di Bukittinggi ini menandai upaya legislatif untuk mempererat sinergi antara kebijakan pusat dan institusi pendidikan regional, dalam rangka mempersiapkan angkatan kerja kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga siap bersaing dan terlindungi di panggung global.

(gn/red).

 

Respon (1)

  1. Luar biasa ibu Suryani C ini sebagai anggota DPR RI langsung turun ke Mahasiswa melalui Kuliah Umum semoga Mahasiswa menjadi penerus Bangsa dan Negara ini ke masa depan yg makin Cerdas.TYM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *