Tasikmalaya, gentanasional.com | Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Metro, Lampung, melakukan kunjungan studi banding ke Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas jurnalistik, tata kelola organisasi, dan kontribusi nyata pers dalam pembangunan daerah.
Rombongan dilepas langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Metro, Subehi, di halaman Masjid Agung Taqwa, Kamis (3/7/2025). Dalam sambutannya, Subehi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah progresif yang tak sekadar bersifat seremonial.
“Ini bukan hanya agenda kunjungan, tetapi momen penting untuk belajar, memperluas jejaring, dan mengenalkan potensi Kota Metro kepada daerah lain,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa wartawan memiliki peran strategis sebagai duta informasi yang mampu membentuk citra positif suatu daerah melalui karya jurnalistik yang membangun.
“Metro punya banyak potensi. Melalui tangan wartawan, potensi itu bisa dikenal luas dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” sambungnya.
Disambut Hangat PWRI Kabupaten Tasikmalaya
Setibanya di Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat pagi (4/7/2025), rombongan PWRI Metro disambut hangat oleh jajaran pengurus DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya di Sekretariat PWRI, Jalan Haramay, Desa Singasari, Kecamatan Singaparna.
Ketua DPC PWRI Tasikmalaya, Chandra Putra Simatupang, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan PWRI Metro untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai lokasi studi banding.
“Kami merasa terhormat menerima kunjungan ini. Ini bukti bahwa sinergi antarorganisasi pers sangat penting untuk terus berkembang di tengah dinamika zaman,” ucap Chandra.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishubkominfo) Kabupaten Tasikmalaya. Mereka diterima oleh Doni Antoni, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, yang mewakili Kepala Dinas. Acara berlangsung di Ruang Media Center Dishubkominfo.
Dalam suasana akrab, kedua belah pihak saling berbagi informasi mengenai strategi kemitraan antara pemerintah daerah dengan media, termasuk langkah-langkah adaptasi di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan hoaks.
Wujud Kolaborasi Nyata antar Daerah.
Ketua PWRI Metro, Mukhtaridi, menyampaikan bahwa studi banding ini adalah bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat profesionalisme wartawan serta menjalin sinergi yang sehat antara media dan pemerintah.
“PWRI Tasikmalaya kami pandang sebagai mitra belajar yang tepat. Banyak hal yang bisa kami adopsi dalam penguatan organisasi dan kesejahteraan anggota,” tuturnya.
Mukhtaridi juga menekankan pentingnya wartawan lokal untuk tidak hanya menjadi pengamat, tapi juga menjadi bagian dari solusi sosial dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalistik yang etis dan berimbang.
“Pers harus menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif. Tidak cukup hanya melaporkan, tapi juga memberi arah dan harapan,” tambahnya.
Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, kegiatan ditutup dengan salat Jumat bersama di masjid sekitar, mempererat jalinan silaturahmi antara dua DPC lintas provinsi tersebut.
Kegiatan studi banding ini menjadi penegas bahwa di tengah gempuran disinformasi dan tantangan media digital, pers lokal masih memegang peran vital. Kedekatan dengan masyarakat dan pemahaman terhadap dinamika sosial menjadikan wartawan daerah sebagai elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi semacam ini terus terjalin, agar semangat kebersamaan dan saling belajar antarwartawan di berbagai daerah tetap tumbuh,” tutup Mukhtaridi.
(Totong)













