Sejumlah mahasiswa menuju Bundaran HI, Kritik Kebijakan Anggaran dan Kenaikan Harga Pangan

DomaiNesia

Jakarta 15 Juni– Sekitar 60 mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi dan elemen gerakan mahasiswa berkumpul di kawasan kolong Jembatan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, sebelum menggelar aksi unjuk rasa menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat (tanggal sesuaikan).

Aliansi yang terlibat dalam aksi tersebut terdiri dari GMNI Jakarta Timur, GMNI Jakarta Barat, Front Mahasiswa Nasional (FMN), PMII, Serikat Pemuda dan Pelajar (SPP), serta mahasiswa Universitas Terbuka Jakarta. Massa aksi membawa berbagai atribut organisasi dan spanduk tuntutan sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya terkait kebijakan anggaran pendidikan dan kondisi ekonomi nasional. Massa menilai bahwa alokasi anggaran pendidikan yang selama ini dijamin dalam APBN harus tetap difokuskan untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang dinilai semakin memberatkan masyarakat. Menurut mereka, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap daya beli rakyat di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat dan mengawal setiap kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada rakyat.

“Kami hadir bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan langsung berbagai persoalan bangsa. Pendidikan harus menjadi prioritas, dan pemerintah juga harus mampu menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok agar rakyat tidak semakin terbebani,” ujar salah satu peserta aksi.

Aksi berlangsung dengan tertib dan damai di bawah pengawalan aparat keamanan. Massa kemudian bergerak menuju Bundaran HI untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasi mereka secara terbuka kepada publik dan pemerintah.

Penulis: Martogi Situmorang Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *