GENTANASIONAL.COM, Jakarta | Sejumlah konfederasi serikat pekerja/buruh hingga aliansi organisasi pekerja/buruh hidupkan kembali Partai Buruh untuk menjadi peserta Pemilu 2024. Kembalinya Partai Buruh ini salah satunya dilatarbelakangi dari tidak diakomodirnya kepentingan politik kaum buruh di parlemen, terkhusus dengan lahirnya “Omnibus Law” UU Cipta Kerja.
“Partai Buruh yang lama, dibangkitkan kembali dan Partai Buruh yang baru ini siap mengikuti pemilu 2024,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).
Iqbal menjelaskan, pendiri Partai Buruh yang baru ini adalah 4 konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia, 50 federasi serikat pekerja tingkat nasional, serikat petani dan serikat nelayan terbesar di Indonesia yaitu SPI, forum guru honorer dan guru swasta FPTHSI, serta beberapa organisasi gerakan sosial lainnya.
“Partai Buruh yang baru ini sudah memiliki kepengurusan di tingkat nasional, 100 persen, tingkat provinsi 80 persen, tingkat kabupaten/kota 35 persen, tingkat kecamatan masih kurang 15 persen sesuai persyaratan verifikasi KP, dan sudah memiliki 1.000 anggota merata di 403 kabupaten/kota”, klaim Iqbal.
“Buruh harus diberikan kesempatan yang sama di parlemen, di luar negeri Partai Buruh begitu aktif dan kuat, hanya di Indonesia saja yang lama mati suri”, imbuh Iqbal.
Dalam rangka memperjuangkan nasib kaum pekerja/buruh, Iqbal dan para aktivis buruh lainnya menghidupkan kembali Partai Buruh pernah menjadi peserta pemilu saat dipimpin tokoh buruh Muchtar Pakpahan.
“Selama ini suara kaum buruh diabaikan oleh partai politik yang berada di parlemen. Di undangkannya UU Cipta Kerja adalah kekalahan besar dan telak kaum buruh, petani, aktivis gerakan sosial secara politik,” tambah Iqbal.
“Semua kebijakan terkait kesejahteraan pasti diputuskan secara politik. Oleh karena itu perlu adanya partai yang secara politik mewakili buruh, petani, dan konstituen di parlemen melalui partai politik,” tegas Iqbal.
Rencanya kongres bangkitnya Partai Buruh kembali akan digelar di Jakarta pada 4 sampai 5 Oktober 2021 mendatang.
(GN/Red.)













